That’s why You Go Away … Dermaga - Bogor 1995
Rintik hujan menemani malam yang baru saja beranjak dari senja yang temaram, hawa sejuk lebih mendekati dingin terasa mulai membuat suhu tubuh berubah menjadi dingin. Rasa sedikit gelisah menyeruak di dalam hati, ada cemas dan was was serta kelelahan yang mulai merayap. Malam ini adalah malam utk pertama kali akan dilewati di kota hujan yang sejuk ini. Malam di mana secara resmi akan menjadi awal secara Sah dianggap meninggalkan rumah yg jauh di daerah Sumatera sana. Tidak ada suara Ibu & Bapak yang sedang menunggu habis Isya kira kira jam tujuh malam untuk makan bersama. Tidaka ada pertanyaan bagaimana hari mu tadi? Apakah semua baik baik saja. Yang ada terdengar suara Ibu Kost lambat lambat terdengar dari ruangan nonton TV sedang ngobrol dengan anak kost Mahasiswa lainnya yg sudah mendekati tingkat akhir.
Di kamar seorang diri sedang mempersiapkan untuk hari pertama Masa Perkenalan Kampus, ada list yang sudah harus disiapkan dan mesti dibawa untuk beberapa persyaratan setelah pendaftaran yang harus dilengkapi. Dalam hati berpikir, mengapa hari ini berada disini, semua serba asing, daerah dermaga bogor adalah sebuah area Kampus IPB yg terletak di Kabupaten bogor, kira kira 30 menit dari pusat kota bogor jika tidak macet. Kuliah disini tidak ada dalam rencana sama sekali, karena tadinya setelah Sekolah menengah bercita cita mau jadi TNI AD atau Pilot Pesawat Tempur, Jika tidak lulus, maunya kuliah di Jakarta atau DI UI.
Sayangnya yang di targetkan tidak ada yg didapat. Ketika ada pengumuman untuk test di sebuah program studi yang terdengar zaman itu cukup agak aneh, Instrumentasi & Kontrol serta melihat apa saja yg akan dipelajari , ada robotik, kontrol otomatis, dan Kecerdasan Buatan. Jika orang sekarang bicara AI, kami yg kuliah di jurusan itu sudah belajar merancang program AI sejak tahun 1995, tapi tidak terbayang akan seperti apa aplikasinya nanti. Terlihat hal baru dan sepertinya tidak umum akhirnya memutuskan ikut mencoba di Program Diploma III ini. Alhamdulillah di terima, walau sedikit galau apakah memang mau ke Bogor, sebenarnya kota ini bukan tempat yang baru karena kakak perempuan saya sudah lebih dulu kuliah di Fak Kehutanan satu tahun sebelumnya.
Semakin malam hujan turun semakin deras dibanding sebelumnya, dan akhirnya paham kalau Bogor diguyur hujan selama 300 hari setahun, 65 harinya hujan rintik rintik, jadi tiada hari tanpa hujan, dan penulis setelah meninggalkan kota ini yang akhirnya menjadi bagian yang selalu di kenang, menyebutnya dengan Kota Hujan Yang Manis.
Bahan bahan yang diperlukan buat besok masih disusun, sambil mencoba menyalakan radio. Terdengar suara empuk penyiar radio nya seakan akan menemani rasa sepi yang sedang dilewati. Lalu dalam sekejap si penyiar memutar lagu MLTR That’s why You Go Away yang saat itu baru launching dan sangat hits. Itulah yang membuat penulis setiap mendengar lagu ini di saat apapun akan teringat Suasana malam itu, terkenang, sedih, haru, terasa indah dan serasa ingin kembali, malam itu adalah permulaan cerita memulai sesuatu yang baru di negeri orang, mengurus semua serba sendiri, menuntut keberanian bagi seoarang anak yang selama ini tinggal bersama orang tua sejak lahir sampai tamat SMA. Malam itu juga awal dari kesadaran menuntut diri untuk kemandirian dan menjalani hidup dan dan takdir selanjutnya. Sebuah cerita memulai kedewasaan dari seorang remaja untuk menjadi seorang pria, permulaan di mana akan mulai bertanggung jawab paling tidak untuk diri sendiri. Mengapa ini terkesan perpisahan dari rumah, bukankah ada rumah yang selalu menunggu saat pulang? Ya, tentu saja tetapi saat satu tahun kuliah dan pulang kampung, hawa nya mulai terasa bahwa kamu harus menciptakan tempat tinggal kamu sendiri, kamu harus menulis cerita kamu sendiri, tanggung jawab orang tua sudah mengantar kamu menjadi orang yg harus mulai berpikir mandiri, ya tentu saja hal itu jadi sangat terasa sekarang pada saat bekerja, menjadi karyawan kemudian menikah dan menjadi seorang Bapak. Tanpa disadari tinggal di kost bersama temen teman yang lain secara tidak langsung banyak memberi pengajaran, pelatihan tentang beradaptasi, memahami orang lain, berteloransi tentang perbedaan, memiliki rasa sosial yang tinggi.
Apalagi kuliah di IPB, kebijakan kampus membuka pintu selebar lebarnya kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai daerah membuat kita tercampur di kostan dan di kampus berinteraksi dengan anak anak dari berbagai daerah dari seluruh penjuru indonesia.
Mengenali budaya masing masing dan bertukar cerita sampai hal hal konyol kebiasaan kebiasaan di daerah masing masing. Berinteraksi dengan penduduk sekitarpun menambah pengetahuan serta berbahasa lokal, dalam 3 bulan akhirnya penulis bisa reply ibu kost dalam bahasa Sunda standar.
Tentu saja yang paling seru adalah berbagi makanan dari daerah masing masing yang suka dikirim dari kampung oleh keluarga kita, atau kita memasak bersama memperkenalkan makanan daerah kita. Makan sagu pertama kali diajarkan oleh oleh teman yang berasal dari Ambon, waktu itu dipikir wafer, ternyata sagu. Memakannya adalah dengan mencelupkan ke Teh Manis anget lalu Sagu akan berubah dari tampilan wafer menjadi Jelly, ada juga pengalaman pertama makan nasi gudeg, uduk dan makanan dari daerah lainnya.
Ibu kost mengatakan dengan susah payah dalam bahasa indonesia dengan sedikit kesal, “begini ya, kalo kamu mau tinggal di rumah Ibu kamu mesti bisa berbahasa Sunda, soalnya Ibu pusing mesti berbicara bahasa indonesia” . Setelah bicara seperti itu si Ibu ngomong apa apa pake bahasa Sunda bogor, lama kelamaan mengerti dan akhirnya bisa bertutur, dan tentu saja 3 tahunan disana akhirnya bisa lancar berbicara atau Tiasa Ngarios Sunda. Tapi Ibu kost kita baik, walau cerewet beliau suka membuat talas rebus, asinan bogor atau Toge goreng. Datang saja ke Bogor pasti akan ketagihan.
Kenangan di bogor akan selalu ada dalam ingatan, pemandangan gunung salak tidak akan pernah lepas dari rangkaian cerita kehidupan dari setiap fase fase yang dilewati. Kota Bogor akan selalu jadi ada untuk setiap kenangan kenangan yang pernah terukir dan tak akan pernah ilang dari cerita kepada anak anak nanti.
Dan setiap alunan lagu That’s why You Go Away…airmata ini bergulir dengan semua yang pernah dilewati disana. Seolah olah bagi diri saya klipnya dimulai dari awal kedatangan, mencari kost kostan, bahasa yang terasa asing, kuliah, mendapatkan teman2 dari berbagai daerah, suasana saling bantu tugas kuliah atau menemani teman kost sebelah kamar yang sakit. Memori sampai meninggalkan kota ini untuk melanjutkan kehidupan.
===== The End =====
Komentar
Posting Komentar